Bagaimana Pola Makan Memengaruhi Gula Darah?

Tubuh memecah semua makanan yang kamu konsumsi dan menyerap berbagai nutrisi yang terkandung di dalamnya. Nutrisi-nutrisi tersebut, antara lain karbohidrat, protein, lemak, vitamin dan lain-lain.

Karbohidrat yang dikonsumsi diubah menjadi gula darah. Semakin banyak karbohidrat yang dikonsumsi, semakin tinggi kadar gula dihasilkan tubuh saat mencerna dan menyerap makanan.

Karbohidrat dalam bentuk cair diserap tubuh lebih cepat daripada dalam bentuk makanan padat. Jadi, mengonsumsi minuman manis dapat meningkatkan kadar gula darah kamu lebih cepat dibanding mengonsumsi sepotong pizza. Bila kamu mengidap diabetes, batasi asupan karbohidrat agar dapat mengendalikan kadar gula dalam darah.

Serat merupakan salah satu komponen karbohidrat yang tidak diubah menjadi gula. Hal itu karena serat tidak bisa dicerna oleh tubuh. Nutrisi tersebut sangat penting untuk kesehatan.

Protein, lemak, air, vitamin, dan mineral tidak mengandung karbohidrat, sehingga tidak terlalu memengaruhi gula darah. Karbohidrat memiliki pengaruh besar terhadap kadar glukosa darah.

Pola Makan yang Memicu Diabetes
Karbohidrat adalah nutrisi dalam makanan yang paling memengaruhi gula darah. Namun, karbohidrat bukan satu-satunya nutrisi yang memberikan kalori, makanan yang mengandung protein dan lemak juga memberikan kalori.

Bila kamu mengonsumsi lebih banyak kalori daripada yang dibakar dalam sehari, kalori tersebut akan diubah menjadi lemak dan disimpan dalam tubuh. Semakin meningkat berat badan, semakin kurang sensitif tubuh terhadap insulin. Akibatnya, kadar gula darah bisa meningkat.

Pola makan yang buruk yang banyak mengonsumsi makanan tinggi lemak, kalori dan kolesterol juga dapat menyebabkan obesitas dan meningkatkan risiko diabetes.

Pada pengidap diabetes tipe 2, mengonsumsi makanan berkarbohidrat atau gula yang tinggi dapat membuat kadar gula darah melonjak semakin tinggi. Hal itu karena pankreas tidak menghasilkan insulin yang cukup atau sel-sel tubuh tidak dapat menggunakan insulin dengan benar (yang disebut resistensi insulin).

Akibatnya, glukosa dari makanan akan menumpuk dalam darah alih-alih bergerak ke dalam sel. Terlalu banyak glukosa dalam darah bisa menyebabkan masalah kesehatan serius yang merusak pembuluh darah, saraf, jantung, mata, dan ginjal.

Oleh karena itu, kamu dianjurkan untuk menghindari atau meminimalkan asupan minuman manis dan makanan yang diproses, tinggi karbohidrat dan lemak tidak sehat, serta rendah nutrisi yang sehat. Sebaliknya, terapkan diet sehat yang tinggi serat dan rendah lemak. Ingat juga untuk memperhatikan porsi makanan yang kamu makan.

Leave a Comment