Terapkan Kebiasaan Ini untuk Mencegah Kolesterol Tinggi

Kadar kolesterol dalam tubuh yang tidak terkontrol adalah pemicu utama penyakit jantung dan peredaran darah. Oleh karena itu, penting untuk selalu memantau dan menjaga kadar kolesterol agar tetap normal. Tanpa perlu menghabiskan banyak waktu dan biaya, berikut beberapa cara yang dapat dilakukan untuk mencegah kolesterol tinggi:

  1. Kurangi Konsumsi Makanan Tinggi Lemak Trans

Lemak trans dapat meningkatkan kolesterol jahat sekaligus menurunkan kolesterol baik dalam darah. Akibatnya, kolesterol akan menumpuk pada pembuluh darah dan membentuk plak. Hal ini membuat aliran darah menuju jantung terhambat, sehingga kamu berisiko terkena penyakit jantung, stroke, hingga gagal jantung.

  1. Olahraga Rutin untuk Jaga Berat Badan

Jangan langsung stres ketika dokter menyarankan kamu untuk menurunkan berat badan. Sebab sebenarnya, kamu tidak perlu diet mati-matian sampai menahan lapar seharian, kok. Mulai saja dulu dengan berolahraga rutin. Olahraga yang dilakukan secara rutin tidak hanya menjadikan tubuh semakin bugar, tetapi juga menjaga kolesterol tetap normal. Sebagai permulaan, cobalah olahraga aerobik seperti joging atau bersepeda minimal selama 30 menit setiap harinya, sebanyak 5 kali dalam seminggu.

  1. Jadwalkan Medical Check-Up dengan Dokter

Melalui medical check-up, kamu dapat menjalani pemeriksaan kolesterol untuk memantau apakah kadarnya masih normal. Selain itu, medical check-up juga penting bagi orang dengan riwayat kolesterol tinggi, untuk memantau adanya risiko penyakit jantung, stroke, aterosklerosis, diabetes, dan penyakit kronis lainnya yang berkaitan dengan kondisi pembuluh darah.

  1. Konsumsi Makanan yang Mengandung Inulin dan Beta-Glukan

Inulin adalah jenis serat yang banyak terkandung dalam sayuran dan bahan nabati, sedangkan beta-glukan dapat ditemukan dalam biji-bijian seperti gandum. Kedua serat pangan ini dikenal dapat membantu turunkan kolesterol dan menjaga kadarnya tetap normal. Jadi, perbanyaklah konsumsi sayuran, biji-bijian, dan gandum, dalam pola makan sehari-hari kamu, ya.
.
.
.

sehatbarenggoldg #sehat #gold g #jellygamatgoldg #infosehat #diabetes #diabetestinggi #diabets #goldg #gamatcenter #gejalakolestrol #liburan #makanenak #liburpanjang #goldg #health #asamurat #asamurattinggi #gout #uricacid #obatasamurat #asamuratkronis #diabetes #penyakitjantung #jantung #kolestrol #obatkolestrol #obatdiabetes

5 Cara untuk Menurunkan Trigliserida dalam Darah

Terlalu sering mengonsumsi makanan berlemak akan membuat kadar kolesterol dalam darah meninggi. Benar demikian, tetapi bukan itu satu-satunya yang perlu dicemaskan. Selain kadar kolesterol, kadar trigliserida dalam darah pun harus kamu perhatikan. Pasalnya, semakin tinggi angka trigliserida dalam darah, maka tubuh pun semakin rentan mengalami berbagai penyakit berbahaya, seperti stroke, diabetes, penyumbatan pembuluh darah, hingga jantung koroner.

Nah, supaya kadar trigliserida dalam tubuh bisa dikontrol, lakukan cara-cara berikut ini:

  1. Pilih Makanan yang Tinggi Serat

Pertama, kamu perlu pintar memilih makanan yang kamu konsumsi. Pastikan kamu mengonsumsi makanan yang kaya akan serat, karena mampu menurunkan serapan gula dan lemak pada usus kecil. Buah dan sayur merupakan makanan sumber serat yang bisa kamu pilih dalam menu sehari-hari.

  1. Pilih Makanan Rendah Karbohidrat

Selanjutnya adalah makanan rendah karbohidrat. Sama seperti gula, penumpukan karbohidrat akan membuat kadar trigliserida dalam darah mengalami peningkatan. Studi menunjukkan bahwa mereka yang mengonsumsi makanan rendah karbohidrat cenderung mengalami penurunan trigliserida yang cukup signifikan.

  1. Kurangi Asupan Lemak Trans

Penumpukan trigliserida juga bisa terjadi jika kamu terlalu banyak mengonsumsi makanan yang mengandung lemak trans, seperti gorengan atau makanan yang dipanggang. Tak hanya kadar trigliserida, konsumsi makanan berlemak trans juga memicu tingginya kadar LDL atau kolesterol jahat dan meningkatkan risiko penyakit jantung.

  1. Kurangi Asupan Gula

Dalam makanan, gula akan diubah menjadi trigliserida, sehingga semakin banyak kamu mengonsumsi makanan tinggi gula, maka akan terjadi penumpukan trigliserida dalam darah. Pemerintah menyarankan konsumsi gula harian maksimal hanya sebanyak empat sendok makan per hari. Jadi, jika kamu ingin terhindar dari berbagai penyakit yang disebabkan karena gula darah yang tinggi, kurangi asupan gula.

  1. Konsumsi Makanan yang Mengandung Lemak Tak Jenuh

Asam lemak tak jenuh mampu membantu menurunkan kadar trigliserida dalam darah. Jenis makanan seperti minyak nabati, alpukat, kacang-kacangan, minyak zaitun, dan ikan berlemak adalah sumber makanan kaya akan asam lemak tak jenuh yang bisa kamu konsumsi sehari-hari.

  1. Atur Pola Makan

Makan berlebihan tentu tak baik untuk kesehatan, karena akan terjadi penumpukan kalori dalam tubuh yang akan berubah menjadi lemak jika tidak kamu imbangi dengan aktivitas. Setelah makan, tubuh akan melepas insulin yang berfungsi mengangkut gula untuk dijadikan energi. Kadar insulin yang berlebihan akan membuat penumpukan gula dan trigliserida yang memicu terjadinya obesitas dan diabetes.

  1. Rutin Olahraga

Pastinya, kamu perlu mengimbangi dengan olahraga. Tak hanya menurunkan trigliserida, rutin berolahraga juga membantu menjaga serta meningkatkan imunitas tubuh kamu, sehingga kamu akan selalu sehat dan bugar. Sebaiknya, sisihkan waktu selama 30 menit setiap pagi untuk berolahraga, ya.

Benarkah Kolesterol Tinggi Dapat Sebabkan Penyakit Asam Urat?

Penyakit asam urat merupakan kondisi yang ditandai dengan nyeri tidak tertahankan, pembengkakan, serta sensasi rasa terbakar di area persendian. Penyakit ini umum menyerang persendian area jari tangan, pergelangan kaki, jari kaki, serta lutut. Bahayanya, penyakit ini tidak hanya dialami oleh orang tua saja, asam urat juga menyerang di usia muda. Apa penyebabnya?

Apa Penyebab Asam Urat di Usia Muda?

Belakangan ini penyakit asam urat kerap dialami oleh usia muda. Asam urat sendiri sebenarnya adalah hasil akhir metabolisme makanan yang akan diolah menjadi urine. Ketika kadarnya terlalu tinggi, hal tersebut menandakan kamu terlalu banyak mengonsumsi makanan yang menyebabkan terhambatnya pembuangan. Akibatnya, tubuh terlalu aktif menghasilkan asam urat melebihi batas normal.

Asam urat di usia remaja menandakan jika pengidap terlalu banyak mengonsumsi makan yang mengandung purin tinggi. Saat zat tersebut dicerna oleh tubuh, tubuh akan secara otomatis memproduksi asam urat. Jadi, ketika kamu mengonsumsi makanan dengan purin tinggi, maka otomatis kadar asam urat dalam tubuh akan menyeimbangi.

penyakit asam urat akan dengan mudah menyerang pada orang-orang yang mengidap obesitas, diabetes, hipertensi, serta penyakit ginjal. Bagi kamu yang telah memiliki riwayat penyakit asam urat, sebaiknya hindari sejumlah makanan berikut, ya!

Soda dan Minuman Beralkohol
Kedua jenis minuman ini memicu naiknya asam urat dalam tubuh. Ditambah dengan pemanis buatan di dalamnya, minuman ini akan merangsang tubuh untuk memproduksi banyak purin.

Beberapa Jenis Sayuran Hijau
Sayuran hijau tentu sangat baik dikonsumsi bagi kesehatan tubuh, tapi beberapa jenis sayuran hijau juga dapat memicu meningkatnya kadar asam urat dalam tubuh. Pengidap asam urat, beberapa jenis sayuran hijau yang harus dihindari, yaitu asparagus, kembang kol, bayam, dan jamur.

Daging-Dagingan
Tahukah kamu jika protein dalam makanan dapat menyebabkan kambuhnya asam urat dalam tubuh? Protein yang dimaksud terkandung dalam daging sapi, ayam, serta makanan laut. Daging-dagingan tersebut diketahui mengandung 150 miligram purin di setiap 100 gram berat daging.

Selain menghindari berbagai jenis makanan tersebut, asam urat di usia muda dapat dihindari dengan selalu menjaga pola hidup sehat dengan mengonsumsi makanan sehat bergizi seimbang, banyak konsumsi air putih, kelola stres dengan baik, serta rutin berolahraga. Ketika pola hidup sehat telah dilakukan, kamu tidak hanya terhindar dari penyakit asam urat saja, tapi juga penyakit lainnya yang berpotensi untuk membahayakan kesehatanmu.

Benarkah Kolesterol Tinggi Dapat Sebabkan Penyakit Asam Urat?

Penyakit asam urat adalah nyeri pada sendi yang disebabkan oleh pembentukan kristal urat di jaringan tubuh. Biasanya, terjadi di dalam atau sekitar persendian dan menyebabkan jenis artritis yang menyakitkan. Kristal urat ini mengendap di jaringan saat ada terlalu banyak asam urat dalam darah. Bahan kimia ini dibuat saat tubuh memecah zat yang disebut purin.

Namun, ada dugaan bahwa penyakit asam urat juga bisa dipicu oleh kolesterol tinggi. Kolesterol tinggi sebabkan asam urat, dan asam urat tinggi juga bisa sebabkan asam urat. Meski demikian, hubungan sebab akibat antara keduanya masih membutuhkan penelitian lebih lanjut.

Alasan Kolesterol Tinggi Picu Penyakit Asam Urat

Tampaknya, pernyataan bahwa kolesterol tinggi sebabkan asam urat dan sebaliknya tidak sepenuhnya tepat. Namun, anggapan ini juga tidak bisa disalahkan. Menurut American Heart Association, kadar kolesterol secara tidak langsung berkaitan dengan kadar asam urat dalam tubuh, ini karena kolesterol terkait langsung dengan tekanan darah.

Kolesterol jahat yang tinggi, atau LDL, akan meningkatkan penumpukan plak di arteri, yang kemudian hanya akan menyisakan lebih sedikit ruang bagi darah untuk mengalir. Alhasil, tekanan darah tinggi terjadi.

Sementara itu, tekanan darah tinggi juga merupakan salah satu faktor risiko utama seseorang alami asam urat. Studi yang diterbitkan pada 2011, Journal of Human Hypertension, menemukan bahwa tekanan darah tinggi secara langsung berkaitan dengan asam urat yang tinggi dalam darah. Dalam penelitian tersebut disebutkan bahwa tekanan darah tinggi berkaitan dengan asam urat yang tinggi dalam darah. Selain itu, kondisi ini bisa terjadi tanpa memandang usia, jenis kelamin, atau faktor lainnya.

Dua hal ini pun menyebabkan pengobatan jadi lebih sulit. Pasalnya obat diuretik yang digunakan untuk mengendalikan tekanan darah tinggi justru bisa berkontribusi terhadap peningkatan kadar asam urat. Obat-obatan diuretik mendorong ginjal untuk mengeluarkan cairan ekstra, yang kemudian membantu menurunkan tekanan darah dengan mengurangi volume total darah yang bergerak melalui pembuluh darah dan arteri. Namun, obat ini akan menyebabkan tubuh memiliki sedikit cairan membuat ginjal lebih sulit untuk melarutkan zat, termasuk asam urat.

Perbedaan Gejala Rematik dan Asam Urat

Memang, rheumatoid arthritis atau rematik dapat menyerang semua orang, tetapi lebih berisiko pada wanita di usia reproduksi subur. Sedangkan pada penyakit asam urat, masalah ini terjadi pada salah satu dari dua tahap kehidupan, yaitu akhir dua puluhan/awal, tiga puluh dan tujuh puluhan, hingga delapan puluhan.

Jika penyakit asam urat terjadi pada usia yang lebih muda, umumnya hal tersebut disebabkan oleh faktor gaya hidup, seperti konsumsi daging-dagingan dan asupan alkohol yang berlebih. Namun, jika masalah ini terjadi saat lanjut usia, kemungkinan disebabkan oleh kerusakan ginjal atau kondisi kesehatan lainnya yang dapat meningkatkan risiko asam urat tinggi, seperti tekanan darah tinggi, diabetes, dan penyakit jantung.

Nah, berikut ini beberapa hal yang membedakan gejala dari rematik dengan asam urat yang tinggi di dalam tubuh:

Gejala dari Penyakit Asam Urat

  • Nyeri yang Berpindah-pindah: Asam urat dapat menyerang jempol kaki, tetapi juga dapat terjadi pada pergelangan kaki, lutut, siku, pergelangan tangan, dan jari. Lokasi tempat terjadinya gangguan ini dapat berbeda-beda tiap kambuh. Kamu mungkin saja mengalami masalah di jempol kaki kanan, tetapi besok terjadi pada pergelangan tangan.
  • Demam: Seseorang yang mengidap penyakit asam urat juga kerap menimbulkan gejala berupa demam. Hal ini dapat disebabkan beban peradangan akibat kekambuhan dan respons tubuh yang kuat, karena terlalu banyaknya asam urat didalam tubuh sehingga timbul demam.
  • Tophi: Sejalan dengan waktu, pengidap asam urat kronis dapat mengembangkan benjolan kecil dan keras di persendian yang terserang. Benjolan yang disebut juga dengan tophi adalah konsentrasi dari kristal asam urat yang menumpuk. Saat terjadi pada ginjal, seseorang dapat mengalami batu ginjal.

Gejala dari Rematik

  • Gejala yang simetris: Pada rematik, nyeri sendi biasanya memengaruhi kedua sisi tubuh. Gejala yang terjadi biasanya dimulai dari persendian kecil di tangan dan kaki yang akhirnya berkembang, hingga menimbulkan rasa nyeri pada pergelangan tangan, lutut, siku, pinggul, dan bagian tubuh lainnya.
  • Tubuh Kaku di Pagi Hari: Seseorang yang mengidap gangguan ini dapat merasakan nyeri paling parah di pagi hari. Periode kekakuan yang terjadi dapat berlangsung satu jam atau bahkan lebih. Gerak aktif dapat meringankan gejala rematik, sehingga seseorang merasa lebih baik jika melakukan lebih banyak aktivitas.

Nah, sekarang kamu sudah tahu perbedaan gejala dari rheumatoid arthritis (rematik) dengan penyakit asam urat (gout). Jika kamu mengalami salah satu dari semua gejala di atas, ada baiknya langsung memeriksakan diri ke dokter. Jangan tunggu sampai masalah yang terjadi semakin parah agar lebih mudah untuk diatasi.

Kopi Bantu Turunkan Risiko Penyakit Asam Urat, Benarkah?

Banyak orang yang sangat menyukai kopi atau bahkan harus mengonsumsi minuman ini sebelum memulai aktivitas harian. Minuman yang rasanya pahit jika tidak dicampur dengan gula ini memang dipercaya banyak orang dapat menghilangkan rasa kantuk. Banyak juga orang yang berpendapat jika mengonsumsi kopi secara rutin dapat menurunkan risiko untuk terkena penyakit asam urat. Untuk mengetahui kebenarannya, baca ulasan berikut ini!

Risiko Penyakit Asam Urat Dapat Diturunkan dengan Konsumsi Kopi
Gangguan asam urat adalah jenis radang sendi yang dapat memengaruhi persendian di dalam tubuh. Penyakit ini umumnya menimbulkan gejala berupa nyeri dan sulit digerakkan pada kaki dan jari kaki. Kondisi ini disebabkan karena terlalu banyak asam urat yang menumpuk di dalam tubuh. Maka dari itu, kandungan asam urat dapat mengendap di sendi yang memicu terjadinya pembengkakan dan peradangan yang menyakitkan.

Seseorang yang memiliki kebiasaan mengonsumsi makanan dengan kandungan purin yang tinggi, seperti daging merah dan kerang, serta minum alkohol secara berlebihan dapat membuat kadar asam urat naik. Maka dari itu, pencegahan paling baik terhadap penyakit asam urat adalah dengan menghindari segala kebiasaan yang dapat memicu kekambuhannya. Selain itu, mengonsumsi makanan yang sehat juga perlu dilakukan agar asupan purin yang masuk minim.

Meski begitu, terdapat kabar jika seseorang yang rutin mengonsumsi kopi dapat menurunkan risiko terhadap penyakit asam urat. Benarkah hal tersebut?

Sebagian besar penelitian menyebut jika kopi memang berperan aktif terhadap penurunan risiko dari asam urat. Kopi diduga dapat mengurangi risiko penumpukan kadar asam urat yang penurunannya dilakukan melalui beberapa mekanisme. Salah satu caranya adalah dengan meningkatkan laju pengeluaran asam urat oleh tubuh. Selain itu, kopi juga dipercaya dapat menurunkan laju pembentukan asam urat di dalam tubuh.

Selain itu, mengonsumsi kopi dihubungkan dengan tingkat asam urat yang lebih rendah dan lebih sedikit episode hiperurisemia. Pengertian dari hiperurisemia adalah penumpukan asam urat di dalam tubuh. Pada suatu penelitian disebutkan jika seseorang yang minum kopi dalam jumlah yang paling banyak dalam satu hari memiliki kadar asam urat paling rendah. Kesimpulannya adalah ada senyawa tertentu dalam kopi yang berperan menurunkan kadar asam urat.

Kopi Mirip dengan Obat Penyakit Asam Urat
Ada beberapa alasan yang dapat disimpulkan jika kopi dapat memberikan efek perlindungan terhadap penumpukan asam urat. Hal yang perlu diketahui adalah cara kerja obat tertentu untuk menurunkan kadar asam urat. Ada dua jenis obat asam urat yang mungkin diresepkan oleh dokter, yaitu inhibitor xantin oksidase dan urikosurik.

Pada inhibitor xantin oksidase, obat ini dapat membantu tubuh memetabolisme purin. Hal tersebut karena purin merupakan sumber asam urat, sehingga menghambat enzim ini dapat menjaga kadar asam urat tetap rendah. Faktanya, kafein juga dianggap memiliki kandungan metil xantin. Kandungan ini dipercaya dapat bersaing dan berpotensi untuk memblokir xantin oksidase sehingga dapat mencegah penyakit asam urat.

Uricosurics adalah obat lainnya yang berguna membantu ginjal untuk membersihkan asam urat dari tubuh. Kandungan kafein di dalam kopi memang belum dianggap seefektif obat tersebut, tetapi memiliki fungsi dengan cara yang sama. Selain itu, polifenol di dalam kopi juga dapat meningkatkan sensitivitas insulin yang baik untuk menurunkan ekskresi natrium dan asam urat pada ginjal.

Seputar Purin yang Mampu Memicu Asam Urat

Purin banyak ditemukan dalam sel semua makhluk hidup, termasuk manusia, hewan, dan tumbuhan. Purin adalah molekul yang terdiri dari atom karbon dan nitrogen. Molekul ini ditemukan dalam DNA dan RNA sel. Di dalam tubuh manusia, purin dapat dibagi menjadi dua kategori:

  1. Purin Endogen

Sekitar 2/3 purin di dalam tubuh manusia bersifat endogen. Purin ini diproduksi oleh tubuh manusia dan ditemukan di dalam sel manusia secara alami. Sel-sel tubuh selalu mati dan diperbarui secara otomatis. Nah, purin endogen dari sel yang rusak, sekarat, atau mati harus diproses ulang oleh tubuh.

  1. Purin Eksogen

Purin yang masuk ke tubuh melalui makanan disebut purin eksogen. Purin ini dimetabolisme oleh tubuh sebagai bagian dari proses pencernaan. Ketika purin endogen dan eksogen diproses di dalam tubuh, keduanya menciptakan produk sampingan yang disebut asam urat. Biasanya, sekitar 90 persen asam urat diserap kembali ke dalam tubuh dan sisanya dikeluarkan melalui urin dan feses.

Jika jumlah purin dalam tubuh tidak seimbang dengan kemampuan tubuh untuk memprosesnya, jumlah asam urat akan meningkat dan dapat menumpuk di aliran darah tubuh. Kondisi ini disebut hiperurisemia. Pada beberapa orang, hiperurisemia dapat menyebabkan batu ginjal atau menyebabkan kondisi radang sendi yang disebut asam urat. Itu sebabnya, seseorang yang mengidap hiperurisemia disarankan untuk menghindari makanan yang memiliki konsentrasi purin tinggi.

Gold G Bio Sea Cucumber dengan kandungan bioaktif mukopolisakarida yang merupakan pembentuk tulang rawan, kondroitin sulfat dan dan kolagen dapat meredakan nyeri sendi dan peradangan artritis lainnya, serta membantu meningkatakan kadar insulin glukosamin yang berfungsi untuk membantu mengatasi peradangan di daerah persendian, kondroitin membantu menjaga kesehatan tulang dan sendi dengan cara menjaadi cairan pelumas pada tulang dan persendian agar pergerakan tulang dan sendi menjadi lebih baik.

Kenali Jenis Makanan Lain yang Mengandung Purin

Tidak hanya jeroan, ada beberapa jenis makanan lain yang mengandung purin dan sebaiknya dihindari pengidap asam urat. Berikut ini jenis makanan yang perlu diketahui.

1.Seafood atau Makanan Laut

Meskipun makanan jenis ini memiliki kandungan nutrisi dan gizi yang baik bagi kesehatan, tetapi beberapa jenis makanan laut harus dihindari oleh pengidap asam urat. Kerang, ikan teri, sarden, tuna, tiram, udang, lobster, dan kepiting menjadi makanan laut yang memiliki kandungan purin cukup tinggi.

2.Daging Merah

Sebaiknya batasi pengonsumsian daging merah, seperti daging sapi, daging babi, hingga daging domba. Meskipun memiliki kandungan protein yang tinggi, tetapi beberapa jenis daging merah memiliki kandungan purin yang tinggi.

3.Beberapa Jenis Sayuran

Tahukah kamu ada beberapa jenis sayuran yang memiliki kandungan purin tinggi? Asparagus dan bayam menjadi sayuran yang memiliki kandungan purin cukup tinggi. Untuk itu, bagi pengidap asam urat sebaiknya batasi pengonsumsian kedua jenis sayuran ini.

4.Makanan Manis

Bagi pengidap asam urat, tidak ada salahnya batasi pengonsumsi makanan manis. Kandungan fruktosa dalam makanan manis dapat memicu produksi asam urat dalam tubuh. Hal ini dapat meningkatkan risiko kelebihan purin yang menyebabkan munculnya gejala asam urat.

5.Alkohol

Mengonsumsi minuman beralkohol dan yang mengandung pemanis buatan, nyatanya juga dapat tingkatkan risiko penyakit asam urat. Melansir dari Health, selain dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah, nyatanya mengonsumsi minuman beralkohol akan semakin membuat tubuh kesulitan mengeluarkan kelebihan asam urat dalam darah.

Membatasi atau menghindari beberapa jenis makanan tersebut dapat membantu kamu untuk terhindar dari penyakit ini. Selain itu, kamu juga bisa perbanyak konsumsi air putih dan rutin berolahraga untuk mencegah penyakit asam urat dalam tubuh.

untuk artikel selengkapnya kunjungi www.gamatcenter.com
.
.
Follow @gamatcenter untuk informasi kesehatan lainnya

Apa Saja yang Memicu Rematik Asam Urat?

Menghindari faktor pemicu rematik asam urat memang bukan bertujuan mengobati penyakit tersebut, tapi dapat membantu mengontrol serangan.

Secara umum, ada beberapa faktor yang dapat menjadi pemicu serangan rematik asam urat. Jika berat badan berlebih, mengurangi berat badan adalah langkah utama dalam menangani asam urat. Selain itu, jika Anda memang telah terdeteksi atau berpotensi mengidap rematik asam urat, ada baiknya untuk membatasi diri dari konsumsi hal-hal berikut ini.

Minuman keras seperti bir atau apa pun minuman yang mengandung alkohol kecuali wine dapat memicu tingginya kadar asam urat dan rematik atau gout. Selain itu, minuman jenis ini dapat memicu dehidrasi.

Dehidrasi. Ketika tubuh mengalami dehidrasi, kemampuan ginjal untuk membuang kelebihan asam urat menjadi berkurang. Maka jika Anda kekurangan air minum, Anda berisiko mendapat serangan rematik asam urat.

Makanan yang mengandung kadar purin tinggi dapat meningkatkan kadar asam urat dalam darah. Purin adalah bahan yang terkandung secara alami dalam beberapa makanan dan diproses dalam tubuh menjadi asam urat.

Obat-obatan tertentu seperti obat untuk menangani tekanan darah tinggi atau gagal jantung dapat memicu tingginya kadar asam urat. Beberapa contoh jenis obat-obatan yang dapat memicu serangan rematik asam urat adalah beta-blockers, diuretik, aspirin dan siklosporina. Oleh karenanya jika Anda mengidap asam urat yang tinggi, penting untuk menginformasikan sebelum dokter meresepkan obat.

Stres akibat penyakit atau prosedur medis seperti operasi dapat menyebabkan meningkatnya kadar asam urat dan memicu rematik.

Gold G Bio Sea Cucumber dengan kandungan bioaktif mukopolisakarida yang merupakan pembentuk tulang rawan, kondroitin sulfat dan dan kolagen dapat meredakan nyeri sendi dan peradangan artritis lainnya, serta membantu meningkatakan kadar insulin glukosamin yang berfungsi untuk membantu mengatasi peradangan di daerah persendian, kondroitin membantu menjaga kesehatan tulang dan sendi dengan cara menjaadi cairan pelumas pada tulang dan persendian agar pergerakan tulang dan sendi menjadi lebih baik.

Komplikasi Asam Urat

Gout atau sering disebut sebagai penyakit asam urat adalah bentuk umum dari radang sendi yang rasanya sangat menyakitkan. Biasanya, kondisi ini memengaruhi satu sendi pada satu waktu dan umumnya sendi jempol kaki. Ada kalanya gejala kian memburuk, yang dikenal sebagai flare, dan saat tidak ada gejala yang disebut remisi. Serangan gout yang berulang dapat menyebabkan artritis gout, yakni suatu bentuk artritis yang kian memburuk.

Sayangnya tidak ada obat untuk asam urat, tetapi kamu dapat mengobati dan mengelola kondisi secara efektif dengan pengobatan dan strategi yang dilakukan secara mandiri. Selain itu, kamu juga perlu terus meminta saran dari dokter supaya penyakit asam urat tidak menyebabkan komplikasi yang tidak diinginkan.

Penderita penyakit asam urat harus mewaspadai komplikasi yang mungkin timbul dari penyakit ini, di antaranya:

  • Munculnya benjolan keras (tofi). Tofi terbentuk akibat penumpukan kristal asam urat di bawah kulit, dan dapat muncul di beberapa area tubuh, seperti jari, tangan, siku, kaki, dan di sekitar mata kaki. Meski tidak menimbulkan rasa sakit, tofi bisa membengkak dan mengeras saat serangan asam urat terjadi.
  • Asam urat kambuh. Pada sejumlah kasus, serangan asam urat bisa terjadi beberapa kali dalam setahun. Bila dibiarkan tidak tertangani, kondisi tersebut dapat menyebabkan pengeroposan dan kerusakan pada sendi.
  • Penyakit batu ginjal. Kristal asam urat bisa menumpuk di saluran kemih, dan menyebabkan batu ginjal.